Seberapapun inginnya kita atas sesuatu. Betapapun kuatnya usaha kita untuk memiliki sesuatu selama ia tak sejalan dengan kehendak Allah maka bisa dipastikan sesuatu itu tak akan menjadi milik kita. Ups, bukankah kita sejatinya tak memiliki apa-apa? Bahkan raga dan nyawa kita mutlak milik Allah? Lantas kenapa kita, terkadang dengan lancangnya mempertanyakan bahkan menyalahkan apa yang terjadi yang tak sesuai harap dan ingin kita setelah ikhtiar paling maksimal yang kita lakukan. Setelah doa paling tulus yang kita panjatkan? Ketahuilah, apa-apa yang dalam pertimbangan kita baik belum tentu baik adanya. Begitupula sebaliknya. Maka setelah usaha terbaik yang kita lakukan, tetap iringi dengan prasangka baik atas apa yang ditetapkan atas kita setelahnya, meskipun ia tak sejalan dengan apa yang menjadi impian kita.
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI.” (QS. Al Baqarah: 216)
*Ternate, 11 Ramadan 1439 H*
Komentar
Posting Komentar