Menikahi Manusia


Menikah artinya menyatukan dua pribadi berbeda dalam satu kehidupan dengan visi yang sama. Betapa kita yang hidup serumah puluhan tahun dengan orang tua dan saudara kandungpun masih tak juga mendapatkan rumus kecocokan yg tepat, apatah lagi dengan dia; sosok asing yg tak seberapa lama mengisi bingkai hidup kita. Mungkin banyak yang beranggapan bahwa kita dan pasangan selalu sepadan, kita terlihat bahagia di setiap keadaan, kita seolah dipertemukan untuk saling menyempurnakan. Namun pada kenyataannya akan ada saja ketidaksesuaian yang kita jumpai dalam diri pasangan kita sebaik apapun label yang telah tertanam padanya. Bukankah kita telah memilihnya di antara sekian banyak lelaki/perempuan baik di luar sana tersebab keyakinan kita bahwa dialah yg akan mampu menyeimbangkan 'ketidak-baikan' kita?!

Bersabar atas kekurangan, bersedia untuk saling memperbaiki adalah sebagian kunci yang harus dipelajari setiap hari. Sabar bukan dengan berdiam diri membiarkan kekasih hati larut dalam kekeliruan berulang kali. Sabar tak lantas membuat putus asa menasehati dan akhirnya menyerah tanpa usaha berarti. Sabar adalah pelajaran seumur hidup yang sepatutnya tak bosan di-ilmui.

Bagi yang masih menanti dan atau sedang menjalani kehidupan pernikahan. Ketahuilah bahwa kita tak menikahi seorang malaikat ataupun bidadari. Maka bersiaplah menikmati kejutan-kejutan manis 'manusiawi' yang tersemat dalam diri pasangan kita. Dan ketika saat itu tiba, bersabarlah!

Komentar

Postingan Populer